Kontrol kotoran basah dan diare pada ternak untuk penyerapan nutrisi yang optimal

Larangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) menuntut kita untuk mencari alternatif agar pemeliharaan ternak tetap dalam kondisi optimal, baik dari parameter produksi ternak, angka kejadian penyakit, maupun persentase kematian pada ternak. Melindungi ternak dari penularan penyakit merupakan faktor penting, jika kondisi ternak sehat maka kinerja produksi juga akan optimal. Kondisi saluran pencernaan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan, saluran pencernaan merupakan organ utama untuk metabolisme dan penyerapan nutrisi, kondisi saluran pencernaan akan sangat mempengaruhi kinerja produksi ternak. Halquinol merupakan salah satu sediaan yang dapat mendukung program pemeliharaan tanpa AGP.

Halquinol banyak digunakan sebagai sediaan antimikroba non-antibiotik untuk ternak. Produk ini memperlambat gerak peristaltik usus, meningkatkan penyerapan nutrisi dan sari lambung, mengoptimalkan konversi pakan, dan meningkatkan performa produksi ternak. Alkaloid dengan cincin kuinolin pada halkuinol memiliki aktivitas farmakologis yang luas dan banyak digunakan untuk pencegahan dan pengobatan infeksi bakteri saluran cerna, anti protozoa, dan antijamur sehingga halkuinol digolongkan sebagai sediaan antimikroba. Selain itu, Halquinol juga tidak memiliki ketahanan terhadap bakteri sehingga aman untuk digunakan.

Halquinol bekerja langsung pada otot polos gastrointestinal untuk memperlambat gerak peristaltik usus, sehingga halquinol dapat digunakan pada kasus diare. Gerakan peristaltik yang lambat pada usus akan meningkatkan proses pencernaan pakan dan meningkatkan penyerapan kandungan air pada pakan yang dicerna, sehingga kasus diare dapat diminimalkan. Pemulihan kondisi ternak yang mengalami diare juga dapat lebih cepat membaik.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Halquinol dapat digunakan sebagai alternatif pemeliharaan ternak tanpa AGP karena secara keseluruhan mekanisme kerja halquinol dapat mendukung pemeliharaan kesehatan saluran pencernaan ternak. Optimalisasi kesehatan saluran pencernaan ternak diharapkan dapat menjadi penghambat utama dalam penyerapan nutrisi yang diberikan dan meminimalisir terjadinya infeksi penyakit, sehingga pemeliharaan ternak dapat berjalan dengan baik.