Solution

Kontrol kotoran basah dan diare pada ternak untuk penyerapan nutrisi yang optimal

Larangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) menuntut kita untuk mencari alternatif agar pemeliharaan ternak tetap dalam kondisi optimal, baik dari parameter produksi ternak, angka kejadian penyakit, maupun persentase kematian pada ternak. Melindungi ternak dari penularan penyakit merupakan faktor penting, jika kondisi ternak sehat maka kinerja produksi juga akan optimal. Kondisi saluran pencernaan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan, saluran pencernaan merupakan organ utama untuk metabolisme dan penyerapan nutrisi, kondisi saluran pencernaan akan sangat mempengaruhi kinerja produksi ternak. Halquinol merupakan salah satu sediaan yang dapat mendukung program pemeliharaan tanpa AGP.

koksidiosis

KOKSIDIOSIS : Ancaman Besar Dalam Pemeliharaan Unggas

Koksidiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Eimeria spp. Masing – masing Eimeria spp. memiliki host yang spesifik (selflimiting) sehingga jenis Eimeria spp. yang ditemukan pada unggas tidak dapat menginfeksi jenis hewan lain dan sebaliknya. yang termasuk dalam filum Apicomplexa, kelas Sporozoa, sub kelas Coccidia, ordo Eucoccidiae, dan sub ordo Eimeriina.

Mold & Mycotoxitosis 3_result

Mold & Mycotoxitosis

Indonesia memiliki daerah tropis basah yang merupakan tempat terbaik bagi pertumbuhan jamur (jamur dan khamir). Jamur memiliki ukuran berkisar 2,0 – 10µm x beberapa mm, multiseluler eukariotik dengan reproduksi aseksual dan seksual. Keberadaan jamur dapat menyebabkan timbulnya mikosis dan mikosis. Penyakit ini sering disebabkan oleh aspergillosis dan kandidiasis, sedangkan pada kasus mikotoksikosis kasus yang paling sering adalah aflatoksikosis. Mikotoksikosis merupakan kejadian yang disebabkan oleh senyawa toksik metabolisme jamur (Jacella et al. 2010). Pada tahun 1930 kasus kematian mendadak pada kuda dan sapi di Uni Soviet dan di Inggris-Inggris yang masing-masing sebanyak 10.000 ekor di setiap kota. Setelah dilakukan penelitian secara berkala, diketahui bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh mikotoksin dari kapang yang terbentuk pada pakan.